HOME
Home » Burung » Yuk… kita mengenal Si Cici Merah

Yuk… kita mengenal Si Cici Merah

Posted at February 13th, 2018 | Categorised in Burung

Yuk… kita mengenal Si Cici Merah ini, Cici merah adalah nama sejenis burung pengicau yang bertubuh kecil mungil. Sisi atas tubuh kecoklatan bergaris-garis atau bercoret kehitaman, sisi bawah tubuh kuning tua. Pada musim berbiak, burung jantan memiliki bulu-bulu kuning emas terang pada mahkota, tenggorokan dan dadanya. Karenanya, dalam bahasa Inggris dinamai sebagai Golden-headed Cisticola, Bright-headed Cisticola, atau Bright-capped Cisticola

.cici merah

Ciri – ciri :

Berukuran kecil, panjang tubuh dari ujung paruh hingga ujung ekor sekitar 11 cm. Mahkota pada jantan yang tidak berbiak dan burung betina bergaris hitam banyak. Ekor coklat gelap dengan ujung kuning tua. Iris mata berwarna coklat, paruh hitam di sebelah atas dan jambon di sebelah bawah, kaki coklat muda. Jenis-jenis Cisticola agak sukar dibedakan satu dengan yang lain, kecuali dari suara khasnya. Di tangan, perbedaannya dengan Cici padi adalah: alis Cici merah berwarna kuning tua, serupa dengan sisi leher dan tengkuk.

Penyebaran :

Burung ini menyebar mulai dari India, Tiongkok, Filipina, Asia Tenggara(kecuali Semenanjung Malaya), Kepulauan Nusantara hingga ke Kepulauan Bismarck, Australia dan Tasmania. Di Indonesia penyebarannya mulai dari Sunda Besar (Sumatra, Kalimantan, Jawa), Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Pulau Jawa, Bali Maluku hingga Papua. Di pulau Papua, biasanya di dataran rendah dan lembah-lembah pegunungan sampai 1.400 m dpl.

Kebiasaan

Menghuni padang rumput, alangalang dan persawahan. Mencari aneka serangga dan ulat sebagai makanannya di antara rerumputan tinggi dan tersembunyi. Sesekali burung jantan keluar dan bertengger sambil berbunyi-bunyi di atas batang rumputyang tinggi, semak atau pagar. Jantan berbiak mengeluarkan suara mengais beezzt, seperti dengingan serangga, diikuti bunyi pluk keras. Juga suara mencaci-maki yang keras dan tinggi.

Cici merah dikenal sebagai burung penjahit yang paling pandai. Sarangnya terbuat dari rumput-rumput dan serat tumbuhan lainnya, yang dijahit di bagian luarnya dengan jaring labalaba yang dicurinya. Berbentuk bola memanjang yang berongga di dalamnya, sarang dilekatkan pada batang rumput. Di Jawa tercatat bersarang sekitar bulan Mei. Bertelur 3-4 butir, biru pucat kadang-kadang berbintik merah.

Tags :